Pada 6 April, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa timnya harus bangkit saat menjamu Bayern Munich di leg pertama perempat final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Bernabeu pada hari Selasa. Ini adalah momen krusial bagi Madrid untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan di LaLiga.

Kekalahan 2-1 dari Mallorca, tim yang terancam degradasi, telah membuat harapan Real untuk meraih gelar LaLiga terhambat. Kini, mereka tertinggal tujuh poin dari pemimpin klasemen, Barcelona. Dalam konferensi pers pada hari Senin, Arbeloa mengatakan, “Saya sudah memberi tahu mereka bahwa tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Yang ada di pikiran kami hanya satu: menang besok.”

Ujian Berat Melawan Bayern Munich

Real Madrid akan menghadapi tantangan berat melawan Bayern Munich yang dilatih oleh Vincent Kompany. Bayern saat ini memimpin Bundesliga dengan selisih sembilan poin dan hanya mengalami satu kekalahan di fase grup Liga Champions.

“Mereka bermain agresif di lini belakang, tanpa rasa takut, dan sangat berani. Mereka sangat ketat dalam menandai pemain lawan dan mampu kembali bertahan dengan kecepatan tinggi dan intensitas luar biasa,” jelas Arbeloa. “Mereka adalah tim yang sangat lengkap dengan banyak senjata yang bisa membahayakan. Mereka mampu mencetak banyak gol dan memiliki pertahanan yang solid, di mana setiap pemain terlibat.”

Meski demikian, Arbeloa percaya bahwa pengalaman Real Madrid di pentas Eropa akan menjadi senjata mereka. “Real Madrid selalu mampu bertahan melawan lawan-lawan kelas atas,” tambahnya. “Kami menghadapi tim yang paling konsisten di Eropa dan ini akan menjadi ujian nyata bagi kami. Sejarah kami melawan mereka sangat khusus. Saya yakin malam ini akan luar biasa, seperti saat melawan Manchester City.”

Real Madrid melaju ke perempat final setelah mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1.

Vinicius Jr Berharap Bertahan di Real Madrid

Vinicius Jr, winger Brasil, menegaskan keinginannya untuk tetap bersama Real Madrid saat kontraknya mendekati tahun terakhir. Pemain berusia 25 tahun ini sempat mengalami masa sulit di awal musim, di mana ia tidak mencetak gol dalam 16 pertandingan dan mendapat sorakan dari sebagian penonton di Bernabeu.

Namun, Vinicius berhasil kembali menemukan performa terbaiknya, dengan mencetak 17 gol dan memberikan 13 assist dalam 44 penampilan di semua kompetisi musim ini. Sejak bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2018, ia telah meraih dua trofi Liga Champions dan tiga gelar LaLiga, serta beberapa penghargaan lainnya.

“Saya berharap bisa bertahan di sini selama bertahun-tahun ke depan,” kata Vinicius. “Kami semua tahu apa yang diinginkan, dan ketika waktunya tepat, kami akan memperpanjang kontrak. Saya merasa bahagia di sini.”

Vinicius juga mencatat bahwa pengalaman di klub ini telah membantunya berkembang sebagai pribadi, terutama setelah masa-masa sulit ketika mantan pelatih Xabi Alonso dipecat setelah tujuh bulan menjabat, di tengah laporan ketegangan internal. “Saya telah berkembang sebagai seorang pribadi. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Arbeloa dan dia memberi saya kepercayaan diri yang besar,” tambahnya.

Kesimpulan

Dengan persiapan matang dan keyakinan yang tinggi, Real Madrid akan berusaha untuk bangkit dari keterpurukan di LaLiga dan menunjukkan kekuatan mereka di pentas Eropa. Pertandingan melawan Bayern Munich di Liga Champions menjanjikan pertarungan yang menarik, dan semua mata akan tertuju pada performa Vinicius dan strategi Arbeloa dalam menghadapi lawan yang tangguh ini.