SINGAPURA: Perluasan depo LRT Sengkang-Punggol (SPLRT) telah membawa sejumlah peningkatan yang signifikan, termasuk jalur pengujian kinerja kereta dan fasilitas pemeliharaan tambahan.

Media berkesempatan melakukan tinjauan terhadap perluasan ini pada hari Jumat (10 April), yang mana proyek ekspansi ini dimulai pada tahun 2022 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027.

Penutupan Jalur untuk Pembangunan

Dalam rangka menghubungkan jalur penerimaan baru dari bagian yang diperluas ke jalur utama LRT, LRT Sengkang West Inner Loop akan ditutup mulai 19 April hingga 18 Oktober. Penutupan ini merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran dalam penyelesaian proyek.

Fasilitas yang Diperluas untuk Armada Baru

Perluasan depo yang terletak di sebelah stasiun Tongkang ini dilakukan sebagian untuk mengakomodasi armada baru SPLRT yang terdiri dari 25 kereta dua gerbong. Saat ini, tujuh dari kereta ini telah beroperasi untuk melayani penumpang, sementara 18 kereta lainnya diperkirakan akan siap beroperasi pada akhir 2028.

Ukuran Depo yang Meningkat Signifikan

Untuk memberikan lebih banyak ruang bagi kereta-kereta baru tersebut, depo ini akan diperluas dari luas awal 3,5 hektar menjadi 11,1 hektar, yang setara dengan ukuran lima lapangan sepak bola menjadi 16 lapangan sepak bola. Ekspansi ini akan memungkinkan pemeliharaan yang lebih efisien dan kapasitas yang lebih tinggi untuk armada kereta yang ada.

Dampak Perluasan bagi Transportasi Umum

Perluasan depo LRT Sengkang-Punggol ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan efisiensi dalam operasional kereta, tetapi juga berpotensi besar bagi pengguna transportasi umum di Singapura, termasuk warga negara Indonesia yang tinggal atau berkunjung ke negara tersebut. Dengan adanya armada baru dan fasilitas yang lebih baik, diharapkan layanan LRT akan semakin lancar dan nyaman bagi semua penumpang.

Selain itu, proyek ini juga mencerminkan komitmen Singapura dalam meningkatkan infrastruktur transportasi umum yang ramah lingkungan dan efisien. Untuk Indonesia, perkembangan ini menjadi contoh bagi peningkatan sistem transportasi di dalam negeri yang dapat diadopsi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Kesimpulan

Perluasan depo LRT Sengkang-Punggol adalah langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan layanan transportasi umum di Singapura. Dengan tambahan fasilitas dan armada baru, diharapkan layanan LRT dapat beroperasi dengan lebih baik dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Seiring waktu, peningkatan infrastruktur transportasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengembangkan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.