Brussels, 19 Maret: Kelompok lobi bernama Cloud Infrastructure Services Providers in Europe (CISPE) meminta regulator antimonopoli Uni Eropa untuk segera menghentikan tindakan Broadcom yang berencana menutup program Penyedia Layanan Cloud VMware di Eropa. Tindakan ini merupakan bagian dari perjuangan mereka melawan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

CISPE, yang memiliki hampir 50 anggota di seluruh Eropa dan mencakup raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon sebagai anggota asosiasi, sebelumnya telah menggugat Komisi Eropa pada tahun lalu. Mereka menilai bahwa Komisi Eropa gagal melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap akuisisi Broadcom atas VMware yang terjadi pada tahun 2023.

Keluhan terbaru ini diajukan setelah Broadcom melakukan perubahan besar pada ekosistem penyedia layanan cloud VMware pada akhir tahun lalu dan meminta tindakan sementara dari Komisi.

Keputusan Unilateral Broadcom

Pada Januari 2026, Broadcom mengindikasikan akan menghentikan program Penyedia Layanan Cloud VMware di Eropa. Keputusan sepihak ini mengakibatkan hanya sedikit mitra terpilih yang tetap dapat beroperasi, sementara sebagian besar penyedia layanan cloud di Eropa terpaksa dikeluarkan dari program ini.

Dalam pernyataannya, CISPE menegaskan, “Baik penyedia layanan cloud maupun pelanggan mereka mengalami kerugian yang tidak dapat diperbaiki akibat tindakan tidak adil dari Broadcom,” kata Sekretaris Jenderal CISPE, Francisco Mingorance.

Permintaan Tindakan Sementara dan Perlindungan

CISPE meminta agar Komisi Uni Eropa segera mengambil tindakan sementara untuk menghentikan penghentian program mitra VCSP oleh Broadcom. Mereka juga mendesak agar semua mitra yang dikeluarkan dapat diizinkan kembali ke program dan meminta adanya langkah-langkah perlindungan untuk mencegah balas dendam dari pihak Broadcom.

Dampak Terhadap Layanan Cloud di Eropa dan Indonesia

Penting untuk dicatat bahwa langkah Broadcom ini dapat memiliki dampak signifikan tidak hanya di Eropa tetapi juga di Indonesia. Mengingat banyak perusahaan di Indonesia yang mengandalkan penyedia layanan cloud internasional, penutupan program ini dapat mengganggu akses mereka terhadap teknologi dan inovasi baru yang ditawarkan oleh VMware. Hal ini juga berpotensi memperlambat perkembangan industri teknologi informasi di Indonesia, yang saat ini sedang berusaha untuk mempercepat transformasi digital.

Dalam konteks global, tindakan CISPE menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keprihatinan terhadap praktik bisnis yang tidak adil di sektor teknologi. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergantung pada layanan cloud, perlindungan terhadap mereka menjadi hal yang sangat penting.

Kesimpulan

Perjuangan CISPE melawan Broadcom mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh penyedia layanan cloud di seluruh Eropa dan dampaknya yang meluas. Dengan permintaan untuk tindakan sementara, harapan untuk kelanjutan akses yang adil terhadap layanan cloud diharapkan bisa terwujud. Bagi Indonesia, situasi ini menjadi momen penting untuk menilai ketahanan dan strategi yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika industri teknologi yang terus berubah.