SEOUL: Kementerian Reunifikasi Korea Selatan mengumumkan pada Selasa (10 Maret) bahwa layanan kereta penumpang antara Pyongyang dan Beijing akan kembali dibuka minggu ini. Pembukaan kembali ini menandai berakhirnya penangguhan selama enam tahun yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Pembukaan kembali jalur transportasi ini sangat penting bagi Korea Utara dan mitra ekonominya, China, setelah beberapa tahun penutupan ketat perbatasan yang dimulai pada awal tahun 2020. Jaringan kereta api negara China menginformasikan kepada Yonhap News Agency bahwa layanan kereta Pyongyang-Beijing akan dimulai pada 12 Maret, dengan frekuensi empat kali seminggu.

Pembatasan Awal untuk Penumpang

Namun, untuk awalnya, hanya dua gerbong terakhir yang akan mengangkut penumpang. Penumpang tersebut sebagian besar terdiri dari diplomat atau individu yang melakukan perjalanan dinas. Penjualan tiket untuk masyarakat umum mungkin tersedia jika ada kursi yang kosong, menurut pernyataan seorang pejabat kereta api yang dikutip oleh Yonhap.

Kondisi Pariwisata di Korea Utara

Saat ini, Korea Utara tetap tertutup bagi sebagian besar wisatawan asing, dengan pengecualian terbatas yang umumnya berlaku untuk kelompok tur dari Rusia dengan pengaturan yang sangat ketat. Menurut agen perjalanan yang mengatur tur ke negara tersebut, sebelum pandemi, pengunjung asal China merupakan bagian terbesar dari wisatawan asing yang berkunjung ke Korea Utara.

Di sisi lain, penyelenggara tur juga mengabarkan bahwa Korea Utara telah membatalkan Maraton Pyongyang yang dijadwalkan bulan depan tanpa menyebutkan alasan yang jelas. Lomba ini merupakan salah satu dari sedikit acara yang terbuka untuk peserta internasional di negara yang terisolasi tersebut.

Dampak bagi Indonesia

Bagi Indonesia, pembukaan kembali layanan kereta penumpang ini dapat menjadi sinyal positif dalam konteks hubungan ekonomi dan diplomatik antara Korea Utara dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Meskipun saat ini belum ada jalur langsung yang menghubungkan Indonesia dengan Korea Utara, pengembangan ini dapat membuka peluang bagi kerjasama dan pertukaran budaya di masa depan.

Kesimpulan

Dengan dimulainya kembali layanan kereta penumpang antara Pyongyang dan Beijing, kita dapat melihat langkah awal pemulihan interaksi antara Korea Utara dan negara mitra ekonominya setelah masa isolasi yang panjang. Semoga langkah ini dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi peningkatan kerja sama internasional yang lebih luas.