Pada 21 Maret, striker Sardar Azmoun tidak masuk dalam daftar pemain tim nasional Iran yang dipilih untuk dua laga persahabatan menjelang Piala Dunia. Keputusan ini diambil setelah muncul laporan media Iran yang menyatakan bahwa Azmoun diusir dari tim karena dianggap tidak loyal kepada pemerintah.
Azmoun, yang telah mencetak 57 gol dalam 91 pertandingan internasional, menjadi absensi paling mencolok dalam skuad 35 pemain yang diumumkan oleh pelatih Amir Ghalenoei pada hari Jumat. Tim ini dijadwalkan melawan Nigeria dan Kosta Rika di kota Antalya, Turki.
Pemain yang saat ini membela klub Shabab Al-Ahli di Uni Emirat Arab ini membuat otoritas Iran marah setelah ia mengunggah foto pertemuannya dengan penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, di akun Instagram-nya.
Hubungan Iran dengan UAE juga sedang memanas menyusul serangan roket dan drone yang diluncurkan Iran sebagai respon terhadap serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut laporan dari Fars News Agency, yang memiliki keterkaitan dengan Pasukan Garda Revolusi Islam yang garis keras, sumber yang tidak disebutkan namanya dalam tim nasional menyebutkan bahwa Azmoun telah diusir dari tim.
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) belum memberikan tanggapan resmi mengenai status Azmoun.
Keterlibatan Iran di Piala Dunia saat ini juga berada dalam ketidakpastian akibat konflik yang berkelanjutan dengan Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah bersama turnamen tersebut pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang, bersama dengan Meksiko dan Kanada.
Skuad tersebut juga mencakup pemanggilan perdana untuk striker kelahiran Jerman, Dennis Eckert, yang bermain di Belgia untuk Standard Liege, namun memiliki keturunan Iran dari pihak ayahnya.
Dampak Situasi Azmoun bagi Sepak Bola Iran
Pemecatan Sardar Azmoun dari timnas menunjukkan bagaimana politik dapat memengaruhi olahraga, terutama di negara-negara dengan situasi politik yang sensitif seperti Iran. Hal ini mungkin berdampak pada performa timnas Iran yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia. Kehadiran Azmoun yang merupakan salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas sangat vital untuk meningkatkan peluang mereka di kancah internasional.
Apalagi, konflik yang berkepanjangan dengan negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat, dapat memengaruhi mental dan motivasi para pemain. Jika situasi ini terus berlanjut, ada kemungkinan bahwa timnas Iran akan kesulitan dalam mempersiapkan diri secara optimal menjelang turnamen besar ini.
Kesimpulan
Keputusan untuk mengeluarkan Sardar Azmoun dari timnas merupakan gambaran nyata dari permasalahan yang lebih besar yang dihadapi Iran saat ini. Ketidakpastian politik dan dampaknya terhadap olahraga dapat menciptakan tantangan besar bagi timnas Iran dalam upaya mereka untuk bersaing di panggung dunia. Semua mata kini tertuju pada bagaimana federasi dan tim akan menangani situasi ini menjelang Piala Dunia yang akan datang.