Jakarta, CNN Indonesia — Dalam sebuah pernyataan yang mengundang perhatian, Presiden Amerika Serikat Donald mengungkapkan kebanggaannya karena memberikan kesempatan untuk melakukan daripada melanjutkan rencana serangan militer ke Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih pada hari Senin, 3 Agustus 2020.

Trump menegaskan bahwa ia ingin memberikan Iran ‘kesempatan terakhir’ untuk mencapai kesepakatan, dan ia merasa bangga akan keputusan tersebut. “Saya ingin memberi mereka kesempatan terakhir sebelum pemenggalan kepala. Sangat sulit untuk dilakukan. Saya sangat bangga, karena saya akan memberi orang kesempatan. Ini adalah langkah besar untuk melakukan serangan sebesar itu terhadap suatu negara,” ungkap Trump, seperti dilansir dari Fox News.

Menurut Trump, setelah kabar mengenai rencana operasi militer tersebut beredar, para pejabat Iran menghubunginya untuk meminta agar serangan tidak dilanjutkan. “Semoga mereka akan sadar. Mereka menelepon saya, dan mereka berkata, ‘Tolong jangan menyerang. Kami akan membuat kesepakatan’. Itulah kebenaran sebenarnya. Dan semua orang mengetahuinya,” jelasnya.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh pihak Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS, dan menegaskan bahwa pembicaraan yang terjadi saat ini adalah dengan Oman terkait situasi di Selat Hormuz.

Menanggapi bantahan tersebut, Trump menyatakan bahwa Iran seringkali menyangkal keterlibatan mereka dalam pembicaraan dengan AS. “Untuk beberapa alasan, ketika mereka berbicara, mereka tidak suka mengatakan bahwa mereka sedang berbicara. Mereka terkadang menyangkalnya, meskipun mereka menghabiskan waktu berjam-jam bersama untuk berbicara dengan kami,” ujarnya.

Trump menambahkan bahwa saat ini pembicaraan memang sedang berlangsung, dan itu dilakukan atas permintaan Iran, didukung oleh beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan khususnya Qatar. “Banyak sekali negara yang dihubungi,” tambahnya.

Situasi ini mencerminkan kean yang terus berlangsung antara AS dan Iran, serta kemungkinan adanya diplomasi yang dapat mengurangi risiko konflik di kawasan tersebut. Dengan memberikan kesempatan negosiasi, Trump berharap dapat membuka jalan menuju penyelesaian damai yang lebih baik untuk hubungan AS-Iran di masa depan.